Buttonscarves menjadi salah satu jenama modest fesyen lokal yang mampu melenggang ke panggung internasional mulai dari Kuala Lumpur Fashion Week 2023, London Fashion Week S/S 23-24, hingga New York Fashion Week A/W 23-24. Terbaru, Buttonscarves tercatat sudah melebarkan sayap hingga lebih dari 50 stores di Indonesia, termasuk Malaysia. Padahal, kehadirannya masih terbilang baru ke industri ini.

Lantas, apa sih rahasianya?

1. Lahir Saat Industri Fashion Muslim Dalam Fase Naik Daun

Buttonscarves lahir di awal 2016 dari tangan seorang entrepreneur perempuan muda bernama Linda Anggrea. Linda yang saat itu baru berhijab langsung melihat peluang. Ia melihat potensi pasar hijab di Indonesia sangat besar. Terutama, di tahun-tahun itu, saat fashion muslim baru mulai berkembang, belum ada brand scarf yang menggarap serius target pasar menengah ke atas dan premium. Dari situlah, ia memutuskan untuk menggarap Buttonscarves.

Kemampuan melihat peluang dan sigap memanfaatkan momentum tersebut bisa dimaknai sebagai salah satu kunci kesuksesan Buttonscarves. Secara tak sadar, Linda telah menerapkan strategi DAMO (Discovery, Adventure, Momentum, dan Outlook). Agar cermat dalam memanfaatkan momentum, kemampuan berani ambil risiko juga perlu diasah. Hal ini juga tampaknya sudah dimiliki Linda saat itu.

2. Menyasar Segmen Market Premium/Luxury

Linda memilih segmen market Premium atau pasar menengah ke atas tentunya bukan asal pilih. Tekadnya mendirikan Buttonscarves tak lepas dari tujuan yang besar pula yakni menjadikan jenama lokal setara dengan brand Internasional. Hal inilah yang kemudian menghantarkan Buttonscarves pada identitas merek atau brand identity yang kuat.

Salah satunya terlihat dari logo Buttonscarves yang dirancang sederhana, tapi signifikan dan universal. Logo ini dirancang dengan hati-hati untuk mencerminkan citra eksklusif, profesional, dan mewah yang diinginkan banyak orang.

3. Masif Berinovasi Mengikuti Tren Terkini

Tak dapat dipungkiri, industri fashion berubah dengan cepat. Buttonscarves paham betul akan fakta tersebut. Sebagai pendiri, Linda pun mengambil pendekatan tetap up-to-date dan mendengarkan pelanggan sebagai salah satu pilar strategi utama Buttonscarves. 

Merek ini memanfaatkan media sosial dan nomor customer care untuk terus terhubung dan mendengarkan pelanggan mereka. Sehingga, membangun rasa kepemilikan di hati para pelanggannya yang kemudian bermuara pada terbentuknya komunitas yang loyal

4. Diversifikasi Produk Tak Hanya Puas Sampai Hijab

Produk utama Buttonscarves memang berawal dari produk scarf atau hijab yang universal. Namun, merek ini tak ingin membatasi diri pada satu produk saja. Seiring berkembangnya bisnis, jenama ini meluaskan produk-produknya selain hijab dan tidak hanya fokus pada wanita berhijab namun juga yang tidak berhijab. 

Brand ini mampu memproduksi tas, sandal, sepatu brooch bahkan sampai ke kategori home & living seperti tableware dan towel. Produk-produk tersebut kemudian juga menjadi andalan. Diversifikasi produk tersebut memberikan lebih banyak bagi pelanggan untuk mengekspresikan diri dan merasa semakin semangat untuk berbelanja.

5. Co-Branding dengan Tokoh Ternama hingga Internasional

Strategi lainnya yang sukses diterapkan oleh Buttonscarves adalah pemilihan tokoh atau influencer yang sesuai dengan tujuan merek mereka. Buttonscarves cermat memilih influencer yang memilih influencer yang memiliki basis penggemar yang relevan dengan target pasar mereka. Mereka juga cerdas memilih influencer yang memiliki gaya fashion serupa atau yang menginspirasi merek mereka, sehingga kolaborasi terasa alami.

Tak hanya itu, Buttonscarves juga berhasil memperluas jangkauan mereknya ke pasar internasional melalui kerja sama dengan Key Opinion Leader (KOL) internasional yaitu KOL negara yang dituju seperti Malaysia. Salah satunya dengan selebritas Malaysia, Mira Filzah lewat koleksi bertajuk The Gardenia Series. Ada juga dengan artis Elfira Loy lewat koleksi The Maharani Series.

Secara keseluruhan, kesinambungan strategi-strategi yang diterapkan Buttonscarves tersebut yang membuat mereka mampu menghadapi tantangan dan peluang di industri fashion. Sekaligus, berdampak positif pada peningkatan penjualan, reputasi, dan pertumbuhan bisnis. 

 

BACA JUGA   Lima Brand Fashion Muslim ini Ternyata Milik Selebgram, Lho! Apa Saja, ya?

Itulah 5 (lima) rahasia kenapa brand Buttonscarves bisa mendulang kesuksesan (selain atas izin Allah), maka dari itu jika kamu terinspirasi oleh mereka, kamu bisa memulai bisnis hijab dengan modal yang sangat terjangkau, kamu bisa memulai bisnis hijab printing melalui link ini, atau bisa juga ngobrol terlebih dahulu dengan tim CS Premori dengan klik tombol whatsapp dibawah.

BACA JUGA   Dijamin Cantik, Inilah 5 Jenis Voal yang Cocok untuk Print (Part 1)

 

Leave A Comment

Share This Story, Choose Your Platform!

Kamu ingin konsultasi tentang bisnis hijab ?